KONTRA kerusakaan pada tanah hingga dapat mencemari lingkungan sekitar.

KONTRA PENERAPAN
KEBIJAKAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR

 

I.                 
PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

1.1.                     
 Latar Belakang

Memasuki era modern atau yang lebih dikenal dengan era
globalisasi ini manusia tidak lepas dari kantong plastik. Dalam kehidupan
sehari-hari pun kita tidak lepas dengan penggunaan kantong plastik. Seperti
digunakan untuk untuk membungkus makanan, minuman, serta barang-barang dan hal
lainnya. Di Indonesia sendiri penggunaan kantong plastik mencapai lebih dari
satu juta tiap menitnya. Karena hal tersebut menjadikan Indonesia peringkat kedua dunia penghasil
sampah plastik terbanyak setelah Tingkok. Tentu saja ini disebabkan oleh angka
populasi penduduk Indonesia yang tinggi. Jumlah penduduk yang tinggi disertai
dengan perilaku masyarakat yang konsumtif menjadikan faktor tingginya
penggunaan kantong plastik di Indonesia.

Plastik sendiri
merupakan jenis sampah yang sulit terurai oleh tanah meskipun sudah terkubur
puluhan tahun. Limbah plastik yang sulit terurai ini menyebabkan kerusakaan pada
tanah hingga dapat mencemari lingkungan sekitar. Sampah plastik yang berada di
lautan tidak dapat terurai sempurna karena setelah sampah plastik menjadi
mikroplastik, sampah terseut dimakan oleh hewan lautan dan akhirnya mengacaukan
ekosistem yang berada di lautan. Di dalam plastik terdapat zat-zat adiktif yang berbahaya antara lain
Bisphenol A (BPA). Bila BPA tersebut masuk ke dalam tubuh manusia akan berisiko
bagi manusia. Resiko yang terjadi dapat meyebabkan kanker pada payudara dan
juga menggagu pertumbuhan manusia.

Untuk menekan laju penggunaan plastik dan mengurangi
kerusakaan pada lingkungan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup
dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan sebuah kebijakan baru untuk mengurangi sampah
kantong plastik melalui Surat Edaran (SE) yaitu menerapkan
kebijakan penerapan kantong plastik berbayar yang uji coba penerapannya
dimulai 21 Februari 2016 yang lalu. Penerapan kantong plastik berbayar ini
tidak berlangsung lama dan banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan
masyarakat.

1.2.                     
Tujuan

Mengetahui ke-efektifan penerapan kantong
plastik berbayar.

 

1.3.                     
Pertannyaan

Apakah penerapan kantong plastik berbayar
efektif atau tidak dalam menekan jumlah penggunaan plastik di Indonesia?

 

  II.           
ISI

Penerapan kantong
plastik berbayar yang mengharuskan konsumen pasar modern membayar kantong plastik
seharga RP200 (dua ratus rupiah) untuk setiap kantong plastik tidak terlalu
banyak mendapat penolakan dari konsumen. Karena hal tersebut tidak terlalu
memberatkan konsumen yang berbelanja di pasar modern. Kantong plastik dalam
pembuatannya menggunakan bahan dasar plastik, serta ada banyak juga benda yang
menggunakan bahan dasar plastik dan mempunyai dampak lebih besar dalam
pencemara lingkungan tetapi tidak diharuskan membayar lebih. Ini menjadi
pertanyaan banyak orang mengapa harus kantong plastik yang berbayar.

            Saat
peraturan kantong plastik berbayar mulai diberlakukan banyak sekali pro kontra
dikalangan masyarakat. Dalam kebijakan plastik berbayar biaya sepenuhnya
dibebankan kepada konsumen. Ini menimbulkan banyak pertanyaan bagaimana dengan
pemerintah dan pelaku usaha yang menyediakan kantong plastik. Banyaknya sampah
plastic tidak lepas dari pelaku usaha itu sendiri yang menggunakan plastic
sebagai kemasan tidak hanya dari kantong plastic. Penyediaan kantong plastic
merupakan bagian dari servis pelaku usaha terhadap konsumen yang berbelanja.
Dengan kata lain kantong plasatik merupakan kewajiban pelaku usaha. Jika ingin
mengurangi kantong plastic, seharusnya pelaku usaha dan pemerintah menyediakan
kantong plastic berbahan ramah lingkungan ataupun menyediakan kantong berbahan
lain untuk digunakan konsumen.

            Jika
ditelaah dengan seksama, dengan membayar ekstra untuk sebuah kantong plastic
bisa memberikan peluang kepada pemilik usaha untuk mencari keuntungan.
Penerapan kantong plastic berbayar di Indonesia juga tidak memberikan dampak
signifikan untuk mengurangi sampah plastik. Karena kesadaran masyarakat
Indonesia yang masih kurang tentang lingkungan sekitar. Penerapan kebijakan ini
juga kurang efektif karena hanya diberlakukan di pasar modern, belum di semua
tempat perbelanjaan. Seperti pasar tradisional dan warung-warung  belum menerapkan kebijakan ini sampai
kebijakan ini tidak diterapkan lagi.

 

 

III.                     
PENUTUP

 

3.1.    Kesimpulan

Dalam kebijakan
penerapan kantong plastik berbayar ini menimbulkan banyak pro dan kontra
dikalangan masyarakat. Penerapan kebijakan ini kurang efektif di masyarakat
Indonesia dikarenakan masyarakat Inonesia masih kurang kesadarannya terhadap
lingkungan. Kebijakan ini juga kurang efektif dikarenakan harga kantong plastik
yang terlalu murah menjadikan masyarakat tetap membeli kantong plastic dan
melupakan kesadaran terhadap lingkungan. Selain itu, kebijakan ini kurang
efektif dikarenakan tidak diberlakukan di semua tempat pembelajaan.

 

3.2.    Saran

            Penerapan
kebijakan kantong plastik berbayar ini sebaiknya diterapkan disemua tempat
pembelanjaan agar kebijakan ini berlangsung efektif bukan hanya kebijakan
semata. Selain itu, kantong plastik yang disediakan pemilik usaha sebaiknya
ramah lingkungan ataupun kantong plastik bisa diganti dengan  kantong belanja berbahan dasar lain.
Pemerintah sebaiknya melarang penggunaan plastik dan pemilik usaha tidak
menyediakan kantong plastik agar sampah plastik di Indonesia berkurang. Jika
pemerintah menerapkan kantong plastic berbayar masih tidak terlalu signifikan
untuk menekan jumlah penggunaan plastik.