Bagaimana Itu terjadi kepada Fidelis Sudewarto saat Badan Narkoba

Bagaimana kalau kamu dipenjara atas pengobatan istrimu yang sekarat? Itu terjadi kepada Fidelis Sudewarto saat Badan Narkoba Nasional mengetahui bahwa dia merawat istrinya yang sakit kanker. Saat dia masih ditahan polisi dan menunggu pengumuman resmi, istrinya meninggal. Kita sering dengar orang bilang “Hidup saya hancur gara-gara narkoba”, tetapi pengalaman Fidelis adalah sangat beda. Sebelumnya, dia hanya seorang pekerja sipil. Dia tidak ketergantungan dengan narkoba, tetapi dia menanam 39 tanaman ganja buat mengobati istrinya. Menurut Dhira Narayana, ketua Lembaga Ganja Nasional, penggunaan ganja secara medis memiliki banyak manfaat. Di salah satu video TEDxJakarta, Dhira menjelaskan bahwa ganja adalah sumber obat yang alami dan sehat bagi tubuh manusia. Dibanding obat-obat konvensional, ganja tidak mempunyai zat kimia yang tidak alami atau berpotensi bahaya.Dalam kasus Fidelis Sudewarto, hal yang membantu kondisi istrinya yaitu sifat alami dari obat ganja tersebut. Zat-zat istimewa yang ditemukan dalam ganja adalah THC dan Cannabinoids. Zat-zat tersebut memiliki kemampuan untuk menenangkan tubuh dan membantu sel yang terpengaruh oleh kesakitan. Metode pengobatan ganja yang dipakai oleh Fidelis ini adalah salah satu metode yang dia coba untuk merawat istrinya. Dari pengobatan alternatif hingga pengobatan dokter konvensional, hal yang benar-benar membantu situasi istrinya adalah ekstrak ganja. Ada juga kasus mahasiswa yang berikan testimoni kepada websitenya Dhira Narayana, www.lgn.com (Lembaga Ganja Nasional) bahwa dia merawat sariawan dan maag kronisnya dengan pengobatan ganja. Penulis anonim tersebut menceritakan dia sudah berobat dan mengkonsumsi obat-obat, namun tidak ada perubahan. Kondisinya semakin parah sampai dokter menyatakan bahwa dia hampir mengalami kebal antibiotik. Akhirnya, dia mencoba pengobatan dengan ganja di rumah. Penulis tersebut menyatakan bahwa ganja benar-benar membantu situasinya, dan kondisi penyakit sariawan dan maag kronisnya sudah mulai membaik. Setelah 8 bulan pemakaian ganja secara medis, penulis ini menyatakan bahwa dia sangat senang dengan hasil pengobatan ganja yang dia pakai.Secara sepenuhnya, penggunaan ganja secara medis membuktikan bahwa tumbuhan ini bukan narkoba yang berbahaya. Untungnya, sudah ada beberapa orang dan organisasi di Indonesia, seperti Dhira Narayana dan komunitas LGN, yang sudah menyadari fakta tersebut dan ingin pemerintahnya legalisasikan ganja buat pengobatan. Jika kalian tertarik dengan topik blog ini, saya harap bahwa post ini bisa dibagi ke media sosial kalian supaya informasi tentang pengobatan dengan ganja tidak tersembunyi. Siapa tahu, mungkin berkat anda, informasi tersebut bisa sampai ke orang yang tepat dan dapat menyelamatkan hidup seseorang seperti Fidelis atau istrinya.